Add Me ON

Senin, 09 Mei 2011

GUE BANGGA JADI DOKTER HEWAN

Judul tadi tolong dibaca dengan suara lantang dan dengan rasa semangat yang berapi-api. Ini profesi yang bakal jadi tujuan hidup saya dan butuh kurang lebih 6 tahun untuk dapet gelar drh.Wangi Wiji Linuwih *amin
Saya bangga jadi dokter hewan sama bangga nya dengan kalian jadi dokter *bagi yang dokter :D . Kita teman sejawat lain bidang keahlian . banyak hal yang saya bingungkan di Indonesia ini, dokter hewan atau seorang VETERINARIAN di Indonesia masih dipandang sebelah mata . Bahkan ada seorang pelajar yang bercita-cita menjadi dokter hewan namun ditentang oleh keluarganya. Di almamater SMA saya pun , berlaku demikian. Saat berita kelulusan saya di fakultas KEDOKTERAN HEWAN UGM, saya malah di remehkan seperti ini .
Pak  guru kimia : “Wangi kamu keterima dimana ?”
Saya                 : “di UGM pak “
Pak guru kimia  : “ambil apa kamu ? “
Saya                  :”dokter hewan pak “
Pak guru kimia   : “mau jadi apa kamu ngambil jurusan itu ?”
Saya                       : .......
Hening , senyum sedikit dan pergi


 Sebenarnya saya miris mengetahui dan mendengar perkataan kejam itu. ya,, mungkin hanya orang awam saja yang tidak mengetahui tentang dokter hewan, saya yang terlahir sebagai penerus dokter hewan *amin di keluarga saya sudah tau benar prospek kedepannya profesi ini

Banyak alasan-alasan yang mendorong saya untuk memilih jalan hidup seperti ini *eaaaa

  1.   Pilihan masuk jurusan ini bukan tuntutan dan paksaan dari orang tua saya . namun pikiran saya yang memilih jurusan ini . Waktu duduk di bangku kelas 3 SMA merupakan saat-saat paling galau untuk memilih jurusan yang sesuai dengan keinginan kita dan akan menjadi pilihan hidup kedepannya . disinilah otak saya berputar sedemikian rupa :D Saya membutuhkan jurusan yang langka , itu hal pertama dan penting . MENGAPA ? karena di Indonesia pelajar SMA sungguh banyak namun kuota yang diterima di Universitass Negri sangat terbatas, saya butuh jurusan yang prospektif namun peluang masuknya besar. Universitas yang menyediakan jurusan kedokteran Hewan masih sedikit, dan peminatnya belum terlalu banyak saat di tahun saya, jadi peluang saya cukup besar.  Hal lain mengapa harus unik , karena saya berpikir setelah kita lulus kita akan bekerja dan saya butuh jurusan yang masih diperlukan cepat di Indonesia. Tidak seperti ekonomi hukum yang sudah merebak dimana-mana, peluang S1 dapat kerja di bidang ini sedikit. Universitas yang mencetak dokter-dokter hewan terbatas dan sangat emmungkinkan jurusan ini sungguh punya prospek cerah bagi saya.  Selanjutnya , saya menginginkan jurusan yang cukup elit seperti dokter. Awalnya sempat saya terpikir untuk menjadi dokter umum ataupun dokter gigi , namun saya mengetahui kemampuan saya sendiri dan saya menyadari bahwa dokter di Indonesia sudah cukup banyak *persaingan di dunia kerja , belum lagi dengan kasus malpraktek yang mengerikan. Dan jadilah FACULTY OF VETERINARY MEDICINE UGM pilihan saya.
  2.  Sungguh terbuka pemikiran saya saat saya telah menjalani masa-masa ospek di bangku perkuliahan. Begitu banyak yang dapat kita lakukan di profesi ini. Begitu banyak pilihan pekerjaan dalam profesi dokter hewan. Bidang pekerjaan dalam dokter hewan meliputi dokter hewan praktisi, dokter hewan di peternakan, dokter hewan di badan karantina, dokter hewan di bidang pertanian, dokter hewan pada bidang pemerintahan. Pada perusahaan obat butuh dokter hewan, begitu pula pada perusahaan pangan hewan maupun manusia juga butuh dokter hewan. Dokter hewan di kebun binatang, dalam melestarian hewan langka peran dokter hewan dibutuhkan, hewan dokter hewan yang ahli kuda sangat langka di Indonesia. dan lain-lain. Satu hal terpenting yang sangat saya ingat dari orang tua saya , harga sebuah Jasa itu sungguh mahal .
  3.   MANUSIA MRIGA SATWA SEWAKA . yang artinya mensejahterakan hewan melalui kesejahteraan hewan. Sungguh mulia tugas seorang dokter hewan. Pernah dengar zoonosis ? Flu burung ? Antrax? Flu babi/flu mexico ? itu adalah beberapa dari zoonosis yang merebak di Indonesia. Dan kasus ini merupakan ranahnya dokter hewan. Dokter hewan punya andil dalam mengangani kasus ini , yang sangat berhubungan dengan hidup manusia, kesejahteraan manusia.Pemeriksaan daging, susu, telur dan semua produk dari hewan yang dikonsumsi oleh manusia harus berada dalam pengawasan dokter hewan demi kelangsungan hidup yang sehat. Disinilah letak tugas dokter hewan yang banyak disepelekan oleh khalayak
  4.  6 tahun belajar meraih gelar dokter hewan itu tidaklah ringan. Jangan pernah meremehkan mata kuliah dokter hewan . dokter hewan mempelajari banyak spesies hewan meliputi makroanatominya , mikroanatominya, segala sistem didalam tubuh meliputi pencernaan, pernafasan, ekskresi, kekebalan tubuh, reproduksi, saraf dan lain-lain. Bila dibandingkan dengan dokter manusia yang mempelajari manusia yang terbagi pria dan wanita,dokter hewan justru lebih banyak spesies yang harus dipelajari mulai dari hewan besar (sapi, kerbau, kuda, dll) , reptil, amphibi , hewan kecil (anjing, kucing dll), unggas, primata. Jadi kalo dipikir-pikir ya lebih pinter lah :P. Kenapa ? jika kita mempelajari hewan, kita sama dengan belajar tentang manusia karena manusia merupakan mamalia juga :D
  5.  Yang punya izin menyuntik hewan itu adalah dokter hewan lo. Hanya dokter hewan . INGAT
  6. Dokter hewan punya kode etik, jelas . dan seperti dokter manusia ataupun yang lainnya , kita nanti akan disumpah untuk menjalani profesi . *keren
  7. Yang jelas dokter hewan di tanah kelahirannya saya yaitu JAMBI, masih sangat langka dan dibutuhkan . Jadi saya berdoa kepada Allas SWT agar cita-cita saya untuk Jambi akan tercapai *amin
  8.    Dokter hewan diluar negri sangat dihormati dan merupakan pekerjaan yang sangat dinilai disana.
  9.   UGM adalah universitas yang sangat dibutuhkan untuk mencetak stok-stol  dokter hewan, yang saya dengar baru-baru ini perusahaan Indonesia mengambil 40-60% dokter hewan dari UGM . WOW
  10. menyadur dari artikel drh.Agung Budiyanto di majalah MEDIVET . (note : ini pengalaman drh,Agung Budiyanto, tulisan ini benar-benar menginspirasi saya)
Ketika saya berjalan-jalan di Yamaguchi Jepang 4 Tahun lalu seorang warga jepang menegur saya dan bertanya dari negara mana dan sedang apa di Jepang ? saya jawab saya dari Indonesia dan saya seorang dokter hewan yang sedang belajar di Yamaguchi University. Sungguh reaksi nya sangat mengagetkan saya , dia bilang jui san ne sugoi subarashi, atama ga ii ne  yang artinya kurang lebih : dokter hewan ya ? hebat, berarti kamu pintar ya ? . Inilah dokter hewan dimata orang Jepang , posisi dokter hewan adalah posisi yang menduduki strata atas selevel dengan profesi lain yang berada di masyarakat seperti lawyer, banker ataupun dokter. Sesuatu yang sangat membanggakan di negara Sakura itu apabila menjadi seorang dokter hewan , gaji tinggi, posisi diperhitungkan di semua aspek kehidupan dan lebih dari itu semua orang tahu betapa susah untuk masuk ke fakultas kedokteran hewan dan hanya sedikit dari mereka yang bisa masuk ke fakultas ini dan merekapun tahu betapa sulitnya yntuk menjadi seorang dokter hewan, pastilah hanya anak-anak yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata dan mau bekerja keras yang mampu mendapatkannya.
    Demikianlah beberapa hal yang saya ketahui, sebenarnya masih banyak fakta lain yang dapat membuka mata hati dan wawasan mengenai profesi mulia ini :)
    .......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

    baca juga Pengingat Masa Lalu
    baca juga Dokter hewan, Apa dan Bagaimana ?

    Sabtu, 26 Maret 2011

    true story of Stephen Johnson Syndrom

    banyak orang mengalami hal buruk dalam hidupnya , begitu pula aku . Ini pengalaman buruk dan berharga yang semoga hanya terjadi sekali seumur hidupku . Penyakit ini aku alami di tahun 2010, dan tahun ini merupakan tahun-tahun awal aku menjalani perkuliahan.
    Aku menderita tipes, inilah yang menjadi awal tubuhku rentan, aku mulai sering saring dan tubuhku benar-benar nge-drop. Pikiran pendekku : hidupku gak lama lagi #bego
    Inilah hal mengerikan ketika kamu berada di rantau orang, tidak ada sanak keluarga, dan hanya ada teman untuk bisa dimintai tolong, dan keadaan seperti ini membuatku kangen akan rumah dan ingin pulang, tapi aku masih ada tanggung jawab belajar disini, jadi dilemaa :P
    Kabar buruk terjadi saat aku ke rumah sakit dan mengetahui paru-paru ku bermasalah dan harus menjalani terapi obat selama 6 bulan. FYI obatnya gede dan merah dan harus diminum 3 butir sekaligus . Penyakitku ini membuatku minder dan benar-benar putus asa. Mendekati 2 bulan aku minum obat ini, (obatnya antibiotik) dan gejala aneh mulai timbul dari badanku karena tiap hari aku selalu merasa gatal-gatal, dan itu juga aku rasakan setelah mandi, awalnya aku meras ini hanya efek obat yang sementara. Tapi ayahku bersikeras untuk menanyakan pada dokter.
    Aku menurut untuk pergi kedokter di salah satu RS yang *kata orang* bagus di jogja. Aku pergi ke 3 dokter sekaligus , dokter spesialis paru, kulit dan THT. Dari ketiga dokter itu aku mendapatkan obat .

    Dan terjadilah hal ini, satu hari mengkonsumsi obat ini badanku langsung panas, dan muncul merah yang menjalar di sekujur tubuh . Demam mungkin bisa ditolerir karena aku sering mersakan demam, tapi muncul bercak merah ini yang mengerikan. Dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke JAMBI.

    Keberangkatan untuk pulang kali ini terasa mengerikan karena aku merasa lemah sekali dan aku menggunakan masker, seperti benar-benar sakit keras *aku belum tau aku menderita apa*

    Dengan suka cita orang tuaku menjemputku di bandara. aku dipersilahkan duduk disebelah ayahku , tumben ibuku duduk dibelakang
    "apa yang mbak rasain nak " itu ucapan ibu pertama kali kepadaku, dengan lugunya aku berkata "bu, coba lihat tangan mbak" sambil membuka jaket dan membuka masker.
    ini hal menyedihkan yang pernah aku alami, ibuku menangis melihat keadaanku, walaupun aku merasa ini masih tidak apa-apa dan aku merasa masih kuat. tanganku merah dan mulai terkelupas, bibirku sudah menjadi hitam dan seperti terbentuk keropeng. *sekarang aku baru sadar kalo itu mengerikan*
    "bu , mbak ga papa kok" kataku masih menenangkan.

    Smpai dirumah, aku disuruh tiduran, ganti baju selagi ayah dan ibu shalat ashar.
    UGD adalah tujuan ku setelah itu.
    aku masih bingung , namuntetap diam,
    ibuku terus ngomong "anak gimana yah?" dan mungkin terus berselawat didalam hatinya . aku sempat mendenga ayah bialng "anak itu sudah parah"
    mungkin benar juga kata beliau, badanku sudah kurus dan mengerikan

    akhirnya aku menjalani opname bebrapa hari di RS di Jambi, dan mengetahui bahwa aku mengalami stephen johnson. hal buruknya saya dirujuk ke RSCM Jakarta karena disana lebih banyak dokter yang mampu menangani penyakit ini.

      inilah bentukku , lihat betapa kejamnya stephen johnson syndrom :(
    *ga tau siapa yang ngmbil foto ini, tiba-tiba aja ada di ponsel ayah*


    ini tangan lo . tanganku !!!!!


    inilah yang membuatku harus meninggalkan kuliah satu blok :'( . sempet aku berpikir aku pindah kuliah aja ke JAMBI tapi disana ga ada fkh . yaaa banyak pikiran bodoh waktu orang putus asa

    kuakui, ini benar-benar mengerikan :'(



    lihat perbedaan warna kulitku dan lihat betapa sulitnya ibuku melihat keadaanku. 


    Ini mungkin cobaan terberat bagi keluarga kami . Tapi Alhamdulillah dengan  ijin Allah kami bisa menjalaninya  dan aku sudah sehat seperti sekarang,

    banyak hal yang aku ambil hikmahnya, setiap manusia belajar di setiap waktunya

    Orang tuaku sangat sabar dan sangat menyayangiku, terutama ayahku, baru kali ini aku merasakan perhatian lebih untukku, karena aku selama ini mengenal ayah dengan sosok yang berbeda.
    Aku punya tanggung jawab untuk membahagiakan orang tuaku
    Allah selalu menyayangi umatnya yang selalu sabar menghadapi cobaanNYA, karena ALLAH memberikan cobaan yang pasti mampu dilalui umatNYA
    Kesehatan itu mahal , sungguh mahal *bayangkan aku harus bolak balik jakarta :( berapa uangnya *


       Nb. tulisan ini aku buat agar aku bisa mengingat kembali apa yang pernah aku alami, dan agar aku terus bersyukur kepada ALLAH SWT :))